HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Kelangkaan gas melon di kalangan masyarakat sering di jumpai, belum usai masalah tersebut kini pemerintah pusat wacanakan untuk ganti LPG subsidi 3 kilogram ke tabung Compressed Natural Gas (CNG) bernama CNG Merah Putih.
Rencana ini mendapat sorotan dari Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Joha Fajal. Ia menyampaikan bahwa merombak kebiasaan dapur masyarakat kecil menengah ke bawah bukan persoalan yang mudah, apalagi mekanismenya belum pernah dilakukan sebelumnya.
“Sesuatu yang baru itu tidak mudah untuk di terapkan begitu saja dan pasti nya di lapangan masyarakat akan mendapatkan berbagai kendala,” tuturnya
Kebijakan yang di canangkan terkait persoalan pergantian LPG 3 kilogram bersubsidi ke tabung Compressed Natural Gas (CNG) menurut Joha Fajal akan memberatkan masyarakat dari sisi pembiayaan karena semua jenis tabung gas tentu akan berganti dan hal ini akan menyusahkan pelaku uhasa mikro.
Bayangkan sambungnya, jutaan masyarakat Indonesia harus migrasi mengganti tabung gas nya dari yang sebelumnya LPG namun di suruh beralih ke CNG.
“Tentu saja masyarakat sudah sangat nyaman dengan LPG dengan segala alat desain yang tersedia. Kalau ini di ganti dengan jenis gas yang baru pastinya warga di tuntut untuk beradptasi dengan hal baru lagi. Hal ini pastinya memberatkan,”ungkapnya. 7/2026.
Ditengah kondisi ekonomi dengan segala bentuk kebijakan baru di masa efisien tentunya hal ini tidak lah baik.
Karena ungkap joha, kebijakan ini selain akan menguras uang masyarakat akibat transisi dari LPG ke CNG juga akan membebani kas negara (APBN) yang sangat fantastis, tidak sedikit uang yang akan di pakai untuk mencetak tabung gas yang baru tersebut.
“Jujur saja, saya tidak bisa berkata-kata lagi. Seharusnya kebijakan ini tidak perlu dan jangan paksakan hal-hal baru yang tidak perlu,”tutupnya. (ADV)











